Cobalah denger baik baik lagu “Tak Ada Yang Abadi” miliknya Peterpan berikut ini.

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Biarkan aku
bernafas sejenak
Sebelum hilang

Tak kan selamanya
tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

Setelah mendengar lagu ini, Yuli merasa merinding, sedih dan takut banget karena belum siap . lagu ini dalem banget maknanya.

Suatu hari nanti kita semua pasti kembali kepada Nya, jika tiba masanya malaikat maut kan datang menghampiri kita. jantung kan berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, nadi berhenti berdenyut dan nyawa ini kan melepaskan raganya dan kita harus melepaskan semua yang telah dimiliki  harta, keluarga, teman, sahabat, semuanya. Hanya satu yang bisa kita bawa dan abadi selamanya yaitu amal ibadah.

Nafas ini kan berhenti, raga ini kaku tak berdaya. satu per satu di antara kita akan menghadap Nya. meninggalkan kehidupan di bumi menuju kehidupan yang sesungguhnya yaitu di akhirat. apakah di sana kita masih bisa bertemu. dimanakah rumah ku, apakah di surga ataukah di  neraka.

Pintu tobat telah tertutup, ucapan maaf telah sia sia, hanya amal ibadah yang dapat menolong. Ketika berada di alam kubur, kita baru menyadari bahwa sholat tahajud yang kita lakukan dapat menerangi kita di sana, kita tidak dapat membantu diri sendiri kecuali amal ibadah.

Kita semua tidak ada yang tahu kapan dan dimana malaikat maut kan menjemput, dimana kelak aku akan dikuburkan, siapakah yang kan menjiarahi kuburan ku dan siapakah yang akan membacakan Surat Yassin untuk ku. Masih adakah yang mengenang dan ingat nama ku.

Ya Allah sebelum raga ini mati, sebelum nyawa ini kau cabut, sebelum pintu maaf itu tertutup, ijinkan hambamu yang penuh dosa ini bertobat membersihkan diri dari dosa dosa yang tak terhitung.  Maafkan hamba mu ini, bukakanlah pintu maaf mu dan semoga aku selalu berada di jalan mu,  jalan yang engkau ridhoi.

Disaat ku pergi nanti, ku ingin  tetap bisa tersenyum manis meninggalkan kehidupan dunia yang semu ini. Sungguh tak ada yang abadi kecuali dia Sang  Pencipta.