Untuk seseorang yang pernah mengisi hari – hari ku, mengisi seluruh ruang hatiku hingga tak ada lagi celah untuk lelaki lain yang selalu memenuhi isi kepalaku. Yang pernah sangat kusayangi hingga memikirkan berpisah pun aku tak sanggup. Terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang telah engkau berikan. Terima kasih atas kebersamaan yang telah kita lalui selama ini.

Tapi kini tak ada lagi panggilan “sayangku” dari mu. Semua telah berubah. Aku harus kembali membiasakan diri untuk tidak mendengar panggilan itu dari mu, sms kangen mu, dan telpon manjamu. Aku harus mengosongkan dan membersihkan isi kepala dan seluruh ruang hatiku tentang kamu.

Aku bahagia menjadi seseorang yang pernah kau sayangi, aku bahagia pernah ada di hatimu dan menjadi bagian hidupmu, dan aku beruntung sempat memiliki mu. Cinta kita memang harus sampai di sini. Hubungan kita memiliki terlalu banyak masalah, semakin lama dibiarkan semakin rumit dan menjadi gunung masalah yang berujung pada prinsip.

Melepasmu adalah pilihan ku. Aku tak tau apakah aku harus marah, sedih atau menangis, karena sudah terlalu banyak air mata yang mengalir dan aku sudah tak sanggup lagi tuk menangis. Ataukah aku harus tertawa bahagia? tapi aku juga tak bisa. hatiku menyesali kisah cintaku yang harus berakhir.

Semoga engkau mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari ku dan memiliki kesempurnaan yang tak ku miliki tapi ingatlah sayangku, selama engkau tidak mengubah sifat burukmu itu, tak akan ada perempuan yang bisa bertahan lama di sampingmu. Aku mengenal dan memahami seluruh isi di dalam otak mu. Aku mengenalmu bukan sebulan / dua bulan tetapi bertahun tahun dan kasih ini silahkan kau adu, malaikat juga tahu aku kan jadi juara nya tapi maaf kau tak pantas bagi ku.