Waktu terus berjalan, hari terus berganti, tanpa disadari perubahan telah terjadi. Entah apa yang membuatnya berubah. Janji setia yang dulu telah terucap seakan dimakan waktu. Mimpi-mimpi yang pernah  dirangkai bersama telah terabaikan terhapus oleh waktu. Memang lidah tak bertulang, gampang sekali terlupakan. Tanpa rasa bersalah meninggalkan begitu saja seakan semua tak lagi berarti. Cintaku terkikis waktu.

Engkau kini tak seperti dulu , tak ada lagi namaku yang tertulis di hatimu. Tak lagi hadirku yang kau rindukan. Tak lagi diriku yang bertengger di pikiranmu. Aku seolah terhapus waktu, artiku telah tergantikan oleh sesosok baru. Bergeser oleh kisahmu yang baru. Dulu ku kira kau sungguh-sungguh padaku, tak mungkin kau menjauh, dengan keyakinan seutuhnya ku yakin kau akan memilihku tapi nyatanya tidak. Itu hanya inginku saja tapi bukan inginmu. Mimpiku berakhir dengan ending yang tak pernah ku kira. Lamanya waktu bersama tak menjamin mampu menjadi kebersaman yang abadi, benar-benar surprise dibuatnya.

Kita berpisah, kau memilih hidupmu bersamanya dan aku memilih hidupku dengan dia yang menggantikanmu. Sebuah kisah yang baru, berganti cerita dengan tokoh lain. Ada kau dan dia dan ada aku dan lelakiku di kisahku. Kau memilih keluar dari novel hidupku, memutuskan berpidah menggoreskan novel baru bersama pilihanmu. Kisah Kita berjalan berlainan arah. Kau ke barat dan aku ke timur. Dulu kita berjalan beriringan bersebelahan tapi kini sebaliknya, kita melangkah bertolak belakang, saling menjauh. Kita telah memilih hidup kita masing-masing bersama piihan kita.

Aku bahagia sempat mencintaimu, bangga pernah merasakan kasih sayangmu dan aku iri akhirnya dia yang memilikimu bukan aku. Seharusnya aku yang berada di sampingmu, bukan dia. Seharusnya aku yang memenangkan hatimu bukan dia. Semestinya akulah perempuan terakhir pelabuhan hatimu bukan dia. Sepatutnya aku yang siang malam menemanimu, yang selalu kau rindukan. Sepantasnya akulah yang kau pilih bukan dia. Semua itu Seharusnya aku dan bukan dia. Akulah yang semestinya kau cintai bukan dia tapi nyatanya aku memang bukan pilihan :(

Begitu besar cintaku kepadamu, tak terhitung pengorbananku untukmu tapi hanya kekecewaan yang ku dapatkan. Dosakah aku jika terbesit inginku menjadi orang ketiga di kehidupanmu. Masuk dan mengacak-acak hatimu agar bisa kau ku rebut kembali. Mengambilmu kembali dari genggamannya. Memaksamu melepaskan ikatan bersamanya. Dosakah aku, salahkah aku yang hingga kini belum mampu mengikhaskanmu bersamanya.

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia. Hapuskan memoriku tentangnya. Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia, ku inginku lupakannya (Geisha)

Beri aku alasan apa yang membuatmu pergi dariku, kasih aku penjelasan karena hingga kini hanya alasan yang tak kudapatkan. Haruskah aku memendam rasa penasaran selamanya, menyimpan tanda tanya yang tak kunjung ku dapatkan. Please give me a reason.

About these ads