Aku tak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini. Apakah aku sedang putus asa atau apalah namanya aku gak ngerti. Kau tahu aku sangat mencintaimu, hadirmu mewarni hariku yang dulu sempat kelabu. Aku yang pernah terpuruk dan memutuskan untuk tidak lagi mengenal cinta bahkan enggan mengenal lelaki baru. Menjauhkan lelaki-lelaki yang hendak mencuri hatiku kembali. Mengharamkan lelaki-lelaki bajingan lainnya untuk kembali mempermainkan perasaanku kembali. Aku yang takut jatuh cinta, aku yang tak berani mengenal cinta bahkan memutuskan untuk menjadi jomblo. Ku pikir ini jauh lebih baik daripada kembali merasakan patah hati.

Pendirianku tergoyahkan, ucapanku terbantahkan sejak hadirmu dalam hidupku. Cinta yang datang perlahan menghampiriku. Kau yang dengan seenaknya mencuri hatiku dan pergi jauh membawanya hingga aku harus menahan rindu di kota ini sambil menunggumu membawanya kembali bersama cinta yang kau punya. Jujur aku takut kau tak mampu menjaganya, aku kawatir jika kau lupa menaruhnya di dalam sudut hatimu atau mungkin kau telah membuangnya di Selat Sunda di perjalananmu menuju pulau Jawa. Aku cemas namaku terkikis dan tergantikan oleh nama baru. Aku takut, takut sekali :(

Setiap waktu aku menunggumu, setiap saat aku merindukanmu. Selalu kuselipkan namamu di dalam doa-doa ku. Kutitipkan harap semoga kau mampu menjaga kepercayaanku, menjadi setia ketika melewati godaan dan cobaan yang datang menghampiri. Dapatkah kita bisa bersama selamanya menyatukan perasaan kita. Beri aku kepastian, akankah penantianku berujung happy ever after.

Aku masih menunggumu, menantikan “when two becomes one”

About these ads